Partikel dan Anti Partikel

Berbicara tentang zat, maka kita tak lepas dari membicarakan tentang partikel. Apa itu partikel? Partikel adalah bagian-bagian dasar pembentuk benda. Dalam Fisika terdapat suatu cabang khusus yang mempelajari tentang partikel yang disebut Fisika Partikel. Partikel adalah sebuah objek yang memiliki beberapa sifat fisik seperti volume maupun massa. Kata partikel cukup banyak dipakai dalam fisika dan terkadang didefinisikan ulang untuk bermacam-macam bidang yang berbeda.

Ukuran

Istilah partikel banyak dipakai secara berbeda pada tiga macam ukuran, yaitu partikel makroskopik, mikroskopik, dan subatomik.

Menurut bahasa, makroskopik (macroscopic) berasal dari 2 kata, yakni: macro (besar) dan scope (lingkup). Partikel makroskopik biasanya mengacu pada istilah partikel yang berukuran jauh lebih besar daripada atom dan molekul. Terkadang partikel makroskopik dianggap sebagai partikel titik dalam perhitungan-perhitungan fisika dsb, walaupun mereka memiliki volume, bentuk dan struktur. Contoh partikel makroskopik mencakup: pasir, debu, dan bahkan objek yang lebih besar seperti bola, bintang, galaksi dsb. Pokoknya ukurannya gede namanya partikel makroskopik.

Lain lagi dengan partikel mikroskopik biasanya mengacu pada partikel dengan ukuran bervariasi dari ukuran atom hingga molekul. Contoh pada kategori ini adalah: karbon dioksida, partikel nano, dan partikel koloid.

Partikel paling kecil disebut sebagai partikel subatomik yang mengacu pada partikel yang lebih kecil dari atom. Tentu saja subatomik berasal dari kata sub (bawah) dan atom. Definisi ini juga mencakup benda-benda penyusun atom, seperti proton, neutron dan elektron.

Nah, jika di lingkungan sekitar kita sering mengenal dan menjumpai bahwa setiap benda memiliki lawan, pasangan atau kebalikannya. Misal, selain laki-laki terdapat perempuan, ada berat ada ringan, ada tua ada muda, dsb. Hal ini juga berlaku pada partikel, terutama partikel subatomik.

Partikel subatomik seperti proton, neutron, dan elektron memiliki lawan yang disebut sebagai anti partikel (atau anti materi). Misalnya saja elektron. Elektron bermuatan negatif dengan ciri fisik berupa massa sebesar 9,10938291 ×10−31 (oke, ini kecil banget). Nah antielektron memiliki segala karakteristik yang sama dengan elektron baik massa, besar, dsb kecuali 1 hal. Antielektron bermuatan positif yang merupakan kebalikan dari elektron. Kita menyebutnya sebagai positron (positive electron). Begitu juga halnya dengan proton. Ia memiliki antipartikel bernama antiproton yang bermuatan negatif.

Tunggu, bagaimana dengan neutron? Kalau proton dan antiproton serta elektron dan antielektron memiliki muatan yang saling berlawanan, bagaimana dengan neutron yang tak bermuatan? Ya, neutron memang punya “saingan” yakni antineutron. Antineutron memiliki karakteristik yang sama dengan neutron serta tak bermuatan. Hanya saja, perbedaan antineutron dengan neutron adalah dari apa yang menyusunnya.

Penasaran?

Meski disebutkan bahwa partikel subatomik tak adalah partikel terkecil, namun ternyata partikel subatomik pun tersusun dari partikel lain yang lebih kecil. Wow… tapi untuk sementara kita batasi dulu sampai sini ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: