Mengetahui Lebih Jauh Lagi Tentang Kecelakaan PLTN Fukushima

Courtesy of: LPKEE ITB

Disclaimer see this


 

Mengetahui Lebih Jauh Lagi Tentang Kecelakaan PLTN Fukushima

Kadek Fendy Sutrisna

15 Maret 2011

 

“Bukan bahaya radiasi yang mengancam kita saat ini, tetapi ledakan yang disebabkan akumulasi gas Hydrogen”

 

Jepang bersikeras mempertahankan tingkat bahaya akibat kecelakaan nuklir pada level 4 pada skala 7.

Pemerintah Jepang memastikan bahwa tidak akan ada lagi peningkatan zat radioaktif setelah tadi pagi (15 Maret 2011) terjadi peningkatan level radioaktif yang drastis sebesar 400 mSv/hr.

Perlu diketahui bahwa 350 mSv/hr adalah kriteria yang digunakan World Nuclear Association untuk merelokasi warga setelah peristiwa ledakan Chernobyl. Seluruh wakil negara bertanya-tanya bahkan Perancis mengatakan bahwa kecelakaan Fukushima berada di level 6 bukan 4.

Jepang tidak menggubris statemen Prancis, apa yang membuat Jepang bisa seyakin itu? Saya mencoba untuk menjelaskannya pada artikel ini.

Ada 3 alasan yang dapat menjawab pertanyaan ini, adalah sebagai berikut :

1. Ledakan di unit 1 dan 3 adalah ledakan yang disebabkan oleh akumulasi gas Hydrogen.

Seiring dengan naiknya suhu bahan bakar akibat tidak berfungsinya sistem pendingin, terjadi oksidasi pada tube bahan bakar yang terbuat dari Zirconium dengan reaksi sebagai berikut :

Zr + 2 H2O –> ZrO2 + 2 H2

Semakin tinggi suhu reaktor maka semakin tinggi pula laju reaksinya. Akibat akumulasi gas hydogen, tekanan reaktor meningkat.

Tekanan yang terlalu besar akan membahayakan integritas struktur reaktor. Oleh karena itu, operator Fukushima melakukan venting (membuka pressure relieve valve, katup penurun tekanan) dengan harapan tekanan di reaktor dapat dikurangi.

Dengan proses venting ini, hidrogen akan terakumulasi di antara sungkup reaktor (terbuat dari baja) dan bangunan reaktor (beton).

Hal inilah yang penyebab ledakan akibat akumulasi gas hydogen. Perlu ditekankan disini bahwa ledakan yang terjadi bukan ledakan yang disebabkan reaksi fisi dan ledakan ini terjadi di luar reaktor, sehingga tidak ada peningkatan zat radioaktif pasca ledakan.

2. Kejadian meningkatnya level radioaktif yang drastis sebesar 400 mSv/hr, disebabkan karena kolam tempat menyimpan bahan bakar yang telah digunakan kehabisan air akibat kebakaran yang terjadi di unit 4. Air dalam kolam habis, zat radioaktif bahan bakar yang telah digunakan inilah yang menyebar ke lingkungan.

Perlu diperhatikan disini bahwa, bahan bakar yang sudah dipakai (spent fuel) selalu disimpan terlebih dahulu di dalam kolam di sebelah reaktor sebelum dikirim kesuatu tempat untuk di daur ulang. Zat radioaktif akan tetap aman apabila berada di dalam permukaan air.

Pada saat terjadi gempa tanggal 11 Maret 2011, PLTN Fukushima Unit 4 sedang tidak berfungsi. Tidak seperti Unit 1, 2, dan 3, unit 4 dalam keadaan maintenance sejak 30 November 2010 atau bahan bakar telah berada di kolam sekitar 100 hari yang lalu.

60% spent fuel disimpan di kolam ini (34% di masing-masing reaktor, 6% di kontainer kering). Bahan bakar ini mengadung zat radioaktif yang sangat tinggi dan energi panasnya pun masih sangat besar.

Akibat energi panas yang besar ini di dalam bangunan unit empat terlihat 2 kali mengeluarkan asap, pada tanggal 15 Maret 2011 dan 16 Maret 2011 jam 06:00. Suhu air kolam berubah dari 25 derajat celcius menjadi 84 derajat celcius.

Hal ini murni karena kelalaian para pekerja disana. Namun masalah ini segera dapat diselesaikan dan level radioaktif kembali ke level semula.

3. Tidak terjadi kebocoran pada reaktor. Intensitas zat radioaktif sebesar ratusan mikro-sievert disebabkan oleh ber-difusi-nya partikel-partikel kecil zat radioaktif. Tidak adanya bangunan beton tebal akibat ledakan menyebabkan intensitas zat radioaktif disekitar pembangkit meningkat.

Karena alasan inilah Jepang yakin dan mampu untuk mencegah zat radioaktif menyebar lebih luas lagi.

Jabat erat,

Kadek Fendy Sutrisna

Reference :

1. http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/analisis-sementara-fukushima-1/10150130600472567

 

TAMBAHAN :

1. Satuan Sievert dan perbedaan antara radioaktivity dan sinar radioaktif :


Gambar 1. Satuan Sievert adalah satuan yang digunakan untuk menunjukan efek dari pancaran energi sinar radioaktif

Selain Sievert ada lagi satuan lama yaitu rem (roentgen equivalent man). Konversinya adalah sebagai berikut :

1 Sv = 100 rem

1 micro Sv = 1/1000 mili Sv = 1/1000000 Sv = 1/10 mili rem

Radiasi dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu radiasi yang terkena secara alami akibat pancaran sinar matahari dan radiasi akibat teknologi yang dibuat oleh manusia. Efek yang ditimbulkan oleh kedua radiasi ini adalah sama.

Sebagai gambaran bahwa dalam kehidupan sehari-hari pun kita sering terpapar sinar radiasi, sebagai contoh saat kita berpergian menggunakan pesawat yang terbang melewati kutub utara antara New York dan Tokyo akan mengalami paparan radiasi sebesar 200 micro-sievert.

Sementara sinar X atau perawatan gigi dan alat kedokteran lainnya akan mengakibatkan paparan radiasi 0,1 milisievert. Manusia sendiri terpapar radiasi 2 milisievert per tahun karena radiasi sinar kosmos.

Saat kita terpapar radioaktif, partikel-partikel kecil akan menempel pada tubuh kita, namun akan segera hilang apabila kita membilasnya dengan air (decontamination).

Saat saya kunjungan ke PLTN-PLTN di Jepang (Higashidori, Fukushima, Mihama, Monju, Tokaimura) hal yang sama telah saya lakukan, dengan pengecekan terakhir dengan seksama saat keluar pembangkit.

Gambar 2. Pakaian yang digunakan saat saya berdiri diatas reaktor Fukushima yang sedang beroperasi (kiri-bawah), melihat kolam spent fuel (kanan-atas), dan berada dibawah reaktor (kanan-bawah). (Foto : Fukushima unit 3, Februari 2010)

Untuk teman-teman yang berada di luar daerah 20 km sekitar PLTN Fukushima, antisipasi dilakukan sama dengan antisipasi akibat radiasi serbuk bunga di Jepang akhir-akhir ini (gunakan masker dan berkumur).

Jadi dapat disimpulkan bahwa, sampai saat ini kita masih aman apabila kita tidak berada di sekitar pembangkit Fukushima.

Andaipun kita berada di dekat pembangkit, cara-cara pencegahan adalah dengan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan menggunakan masker, setelah kembali ke rumah, cuci tangan, berkumur dan mencuci baju yang kita gunakan tadi.

 

KOLAM SPENT FUEL :

Kolam dibuat dari beton dan struktur baja yang didesain dengan panjang 12 meter, lebar 7 meter dan ketinggian air adalah 10 meter di atas puncak batang bahan bakar. Desain ini dirancang untuk menyediakan pendinginan dan perlindungan terhadap radiasi.

Posisi kolam terletak di atas bangunan reaktor untuk memudahkan pengisian ulang bahan bakar.

Kolam didesain agar air tidak bisa mengalir dalam kondisi apapun akibat kerusakan pipa atau sistem pendingin. Satu-satunya jalan untuk mengalirkan air adalah jika ada kerusakan struktur dinding atau lantai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: