Mengenal Jamu

Jamu, sesuatu yang nggak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Ya, minuman ini adalah produk asli Indonesia (awas diklaim Mal*y*ia, hehehe) yang merupakan tradisi turun temurun leluhur bangsa Indonesia, terutama suku Jawa. Belakangan ini jamu populer dengan sebutan herba atau herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. Dan setiap jamu memiliki komposisi bahan tersendiri sehingga jamu satu dengan jamu lain memiliki karakteristik yang berbeda.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Biasanya anak-anak nggak mau yang pahit-pahit😀

Menariknya, di berbagai kota besar terdapat profesi penjual jamu yang kita sebut sebagai penjual jamu gendong yang berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago, dan dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul. Jamu memang telah berkembang menjadi berbagai macam bentuk yang semakin modern namun tidak meninggalkan kualitasnya sebagai obat herbal.

Beberapa khasiat jamu antara lain:

Jamu beras kencur

Jamu beras kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

Jamu Kunir Asam

Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘adem-ademan atau seger-segeran‘ yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

Jamu Sinom

Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.

Dan berbagai jenis jamu lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu (nggak spesialis jamu soalnya xP)

 

Pengolahan Jamu

Sebenarnya teknik mengolah / memproduksi jamu untuk jamu tertentu akan berbeda dengan jamu jenis lainnya. Namun ada beberapa teknik yang meski tidak secara spesifik dapat dikatakan sama. Sebelum diolah beberapa bahan jamu terkadang harus dicuci bersih seperti kencur, jahe, bangle, laos pada jamu gepyokan. Beberapa bahan jamu direbus sampai mendidih atau sesuai dengan resep jamu yang ada dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Beberapa bahan tertentu juga diracik dengan cara ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis. Beberapa jamu juga menggunakan pemanis seperti gula untuk menambah rasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: