Konsep Dasar OOP

OOP? Apa itu?? Makanan baru?

Bukan.. bukan..

OOP atau Object Oriented Programming adalah salah satu paradigma dalam pemrograman. OOP adalah cara memprogram dengan menitikberatkan masalah pada objek. Dalam OOP, masalah-masalah dianggap sebagai objek yang memiliki karakteristik-karakteristik tertentu.

OOP berbeda dengan paradigma pemrograman sebelumnya (Pemrograman Terstruktur, Prosedural) yang mencoba melihat permasalahan lewat dunia nyata dan membagi-bagi permasalahan dalam sub program. OOP lebih ke arah pendekatan objek, mengamati objek sebagai entitas tunggal yang memiliki kombinasi struktur data dan fungsi tertentu. Setiap objek memiliki karakteristik tertentu dan memunyai kelakuan-kelakuan yang khas. Hal ini kontras dengan pemrograman terstruktur dimana struktur data dan fungsi didefinisikan secara terpisah dan tidak berhubungan secara erat.

Secara konsep, Pemrograman orientasi-objek atau OOP menekankan konsep berikut:

kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Kelas dapat disebut juga sebagai blue-print dari objek dimana data-data secara jelas digambarkan untuk setiap objek yang akan kita buat. Sebagai contoh kelas bernama Dog adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/karakteristik yang dimiliki anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
Objek – membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek. Jika dianalogikan objek adaah hasil penciptaan benda berdasarkan blue-print yang telah kita buat pada class. Apa yang dinamakan objek adalah bentuk nyata / instansiasi dari blue-print / rancangan yang kita buat. Sebut saja mobil. Pabrik mobil pasti memiliki suatu rancangan atau gambaran tentang mobil yang akan dibuat. Rancangan / blue-print tersebut menjelaskan segala hal tentang mobil. Dari blue-print tersebut diciptakan objek-objek berupa mobil-mobil yang sesuai dengan rancangan awal. Itulah objek.
Abstraksi – Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
Enkapsulasi – Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

Inheritas – Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada – objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)

Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.

Contoh-contoh bahasa yang telah mendukung Object Oriented Programming adalah: C++, JAVA, D. Delphi, Ruby, SmallTalk, dsb

2 Comments

  1. Sip banget artikelnya. saya lai belajar programming ni. Nambahin referensi juga ya, semoga berguna
    http://ndoware.com/pemrograman-berorientasi-objekobject-oriented-programming-oop.html

    • Terima kasih juga udah berkunjung😀
      kalau ada waktu dan internet di kosan nggak lemot saya bakal update lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: