Seri Belajar Pemrograman #2

Halo, halo semua😀

Lama tak jumpa. Setelah beberapa hari yang lalu saya sibuk dengan UTS kalkulus, saya kembali lagi. Kali ini saya akan melanjutkan Seri Belajar Pemrograman. Oh yeah xD

Bagi yang baru membaca artikel ini, ada baiknya anda membaca artikel seri pertama.

Sebelumnya kita telah berkenalan dengan variabel. Masih ingat dengan variabel kan?? Ya, kita bisa analogikan variabel seperti botol yang dapat menampung berbagai cairan. Namun cairan tersebut harus sama sesuai fungsi botol itu. Botol kecap ya diisi kecap. Botol air diisi air. Jangan dicampur ya😉

Nah, dalam program variabel aja nggak cukup. Ha? kenapa? :O

Sederhana aja, meski kita udah sudah mendeklarasikan variabel, tapi jika variabel itu tidak digunakan akan percuma. Ibaratnya botol (anggap ada isi kecap) yang udah kita beli dari toko sebelah nggak kita pake buat masak. Kalo nggak diapa-apain juga dan cuman jadi pajangan buat apa? Sama seperti itu. Kita harus melakukan sesuatu menggunakan variabel-variabel tersebut. Disinilah seni memrogram tersebut.

Coba kita ambil potongan kode kemarin….. (dan sekali lagi dalam pseudo-code)

JUDUL var_dan_kons

KAMUS

{ kita akan mendeklarasikan atau mengenalkan variabel-variabel }

var1 : angka

var2 : real

var3 : huruf

var4 : kata

var5 : logika

{ sekarang kita deklarasikan konstanta }

konstan kons1 : angka

konstan kons2 : real

konstan kons3 : huruf

konstan kons4 : kata

konstan kons5 : logika

ALGORITMA

{ Di sinilah kita akan memanipulasi kode tersebut }

baca (var1)

baca (var2)

tulis (“Halo dunia, kita akan belajar memrogram”)

AKHIR

penjelasan:

kita menambahkan kata ALGORITMA sebagai penanda bahwa kita akan menulis algoritma algoritma setelah baris tersebut dan diakhiri dengan kata AKHIR. Kedua kata ini hanya penanda saja.

untuk membaca masukan dari pengguna (user) kita cukup menuliskan baca diikuti nama variabel (botol) tempat menampung masukan dari pengguna dalam tanda kurung (). Contohnya baca (var1)

Untuk menulis juga sederhana. Kita cukup menuliskan perintah tulis diikuti nama variabel atau apa yang akan ditulis. Contohnya kita menuliskan kalimat “Halo dunia, kita akan belajar memrogram” (hayo, ingat ini tipe apa? Yak, benar ini tipe kata)

Mungkin bagi teman-teman ada yang bertanya, tanya “lalu bagaimana kalau diaplikasikan dalam bahasa pemrograman?”. Memang pseudo-code yang kita gunakan adalah bahasa universal yang akan kita gunakan untuk belajar algoritma pemrograman. Sekarang kita akan coba mentranslasikannya ke dalam bahasa pemrograman. Bahasa apa aja? Kita akan pakai C++ dan pascal

/*

C++, ini komentar multibaris

*/

#include <iostream>

using namespace std;

// Ini sebaris komentar yang tak akan dieksekusi

int main()

{

// Deklarasi variabel

int var1;

float var2;

char var3;

char* var4;

bool var5;

// Deklarasi konstanta

const int kons1;

const float kons2;

const char kons3;

const char* kons4;

const boolean kons5;

cin>>var1;

cin>>var2;

cout<<“Halo dunia, kita akan belajar memrogram”;

return 0;

}

penjelasan:

Jika dalam program C++, kita menggunakan simbol /* dan */ untuk mengapit komentar yang lebih dari 1 baris. Sedangkan komentar 1 baris dituliskan di belakang simbol //

Dalam C++, algoritma utama dijalankan di dalam fungsi main() atau fungsi utama. Teman-teman jangan khawatir dengan istilah fungsi, kita akan membahasnya nanti🙂

Kalo algoritma di fungsi main() trus kenapa deklarasi variabel dan konstanta juga di dalam fungsi main() ? OK, mari simpan pertanyaan tersebut sampai bab berikutnya (err… gak ada bab sih di tutorial ini)

Setiap statement (perintah) dalam C++ selalu diakhiri dengan simbol titik koma ‘;’ atau bahasa kerennya “semicolon

Teman-teman bisa membandingkan antara source dalam C++ dan pseudo-code kita.

Untuk membaca masukan dari pengguna kita menggunakan cin diikuti operator >> setelahnya. Anggap saja operator ini memindahkan data yang diterima cin ke variabel😉

kemudian untuk menulis sesuatu kita dapat menggunakan cout diikuti operator << setelahnya. Anggap juga operator ini memindahkan data dari variabel keluar ke layar😉

Lalu bagaimana dengan pascal?

{

PASCAL, ini komentar multibaris

}

JUDUL var_dan_kons

(* Deklarasi variabel *)

var

var1 : integer;

var2 : real;

var3 : char;

var4 : string;

var5 : boolean;

(* Deklarasi konstanta *)

const

kons1 : integer;

kons2 : real;

kons3 : char;

kons4 : string;

kons5 : boolean;

begin

{ Di sinilah kita akan memanipulasi kode tersebut }

readln (var1);

readln (var2);

writeln (‘Halo dunia, kita akan belajar memrogram’);

end.

penjelasan:

Dalam bahasa pascal, komentar multi baris menggunakan simbol { dan } untuk mengapit komentar multibaris. Algoritma utama diapit oleh kata begin dan end. Oh iya, perlu diperhatikan juga, kata end. di akhir itu ada titiknya lho. Anggap aja seperti nulis kalimat lalu diakhiri titik🙂

Sama seperti C++, setiap perintah dalam pascal diakhiri dengan titik koma (tampaknya para pembuat bahasa udah berkonspirasi nih).

Untuk membaca data kita gunakan fungsi readln() disertai variabel (botol) yang akan menampung data. Untuk menulis data kita dapat gunakan writeln() atau write(). Hmmm…. Apa bedanya? Kalau menggunakan write() apabila selesai menuliskan data maka kursor akan tetap di posisi terakhir ia digunakan dan apabila terdapat data baru yang akan ditampilkan, data tersebut ditulis tepat di belakang data lama. Contohnya write(‘data1’); write(‘data2’); Ketika dijalankan maka akan ditampilkan hasil data1data2. Lihat bahwa data2 ditampilkan tepat setelah data1. Sedangkan bila kita memakai writeln(‘data1’); writeln(‘data2’); maka kita mendapatkan

data1

data2

Jika dilihat, data2 ditulis di bawah baris data1. Inilah perbedaannya. Lalu bagaimana dengan C++ ?? C++ juga bisa kok. Kita cukup menambahkan operator << ditambah endl untuk berganti baris. Contohnya cout<<“Halo”<<endl;

LEBIH DALAM MENGENAI TIPE DATA

Nah, kalau pada contoh-contoh di atas kita menggunakan tipe data-tipe data yang udah baku seperti angka, real, huruf dan kata sekarang kita akan bahas lebih jauh tentang tipe data. Selain tipe data bawaan bahasa (kita sebut tipe data primitif) kita juga dapat menciptakan tipe data baru. Ha? emang bisa? Bisa kok. Kita ibaratkan saja kalau kita masak (tunggu, dari kemarin-kemarin kok contohnya masak melulu?) kita menggunakan bahan-bahan yang ada untuk membuat masakan. Masakan itu memang terbuat dari bahan yang beraneka macamnya, tapi hasil akhirnya menjadi sesuatu yang berbeda. (coba aka ayam dikecapin trus dibakar, kita menyebutnya ayam bakar). Hal tersebut juga berlaku pada tipe data. Kita dapat menggabungkan tipe-tipe data menjadi tipe data baru yang merupakan kumpulan tipe data tersebut. Kemudian kita pastinya akan membutuhkan “botol” khusus kan untuk menampung bahan baru kita. Inilah yang disebut membuat tipe data. Secara teknis kita hanya membuat tipe data baru yang merupakan kumpulan-kumpulan tipe data yang sudah ada. Dalam pseudo-code yang kita pakai, kita menggunakan kata TYPE untuk mendefinisikan tipe baru. Simak potongan kode berikut:

TYPE nama_tipe <

tipe1 : angka

tipe2 : huruf

>

Kata type menyatakan bahwa kita ingin membuat tipe baru. nama_tipe adalah nama tipe yang ingin dibentuk. Jika dilihat terdapat 2 tipe data primitif yang diapit < dan >. Kedua data tersebut adalah data yang menyusun tipe data baru kita. Ambil contoh sebuah titik. Jika kita mengatakan sebuah titik pasti kita mengacu pada posisi titik tersebut pada sistem kordinat x dan y. Nah jika kita menggunakan titik sebagai tipe data baru, maka kita harus memiliki tipe data yang menyusun titik tadi yang tak lain adalah x dan y. X dan Y adalah data yang menyusun titik tadi sehingga:

TYPE titik <

x : angka

y : angka

>

Contoh lain adalah sebuah mobil. Kita tahu mobil adalah sebuah benda. Ada banyak sekali jenis mobil di dunia ini dengan berbagai merek. Jika kita andaikan mobil sebagai tipe data baru, maka kita akan mendapatkan beberapa data umum yang menyusun mobil itu seperti: warna, ukuran, dsb. Jika dituliskan:

TYPE mobil <

warna : string

p : angka

l : angka

t : angka

>

Dengan p, l dan t adalah ukuran mobil tersebut.

Nah, mari kita ubah kode tersebut ke C++ dan Pascal. Kita ambil contoh saja tipe data titik. Perhatikan potongan kode untuk C++ berikut:

struct titik

{

int x;

int y;

};

Sedangkan untuk pascal:

type titik = record

x : integer;

y : integer;

end;

Nah, sampai sini ada pertanyaan? Kita akan lanjutkan seri ini di kesempatan lain😀

jangan lupa komentarnya ya😀

5 Comments

  1. Terima kasih atas info yang diberikan

    • Sama-sama
      Semoga bermanfaat🙂

  2. kenapa C++?
    ga lebih baik pakai C atau Java? atau C#?

    • Sebenernya ini subyektif sih, soalnya saya masih suka pake bahasa C++ karena langsung tercompile ke bahasa mesin, waktu eksekusinya cepat meski sedikit lebih lambat dari C tapi masih lebih cepat dari JAVA
      C++ masih mendominasi pasaran software, dsb

      tapi itu semua pandangan pribadi sih, setiap orang berbeda-beda😀

Trackbacks

  1. Seri Belajar Pemrograman #3 « Another Satria's Project

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: