7 Layer Protokol pada CDMA2000 1xEV

Jaringan CDMA2000 1xEV adalah evolusi dari jaringan CDMA2000. Ini adalah salah satu jaringan yang dipakai dalam komunikasi seluler / mobile broadband. Untuk memakai jaringan ini, atau migrasi dari jaringan CDMA harus diperhatikan dalam aspek kompatibilitas BTS. BTS bertanggung jawab dalam alokasi resources, daya, dan Walsh code untuk pemakaian subscriber. Selain itu BTS juga memiliki peralatan fisik radio yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal. BTS mengendalikan antar muka antara sistem jaringan dengan subscriber dan beberapa aspek lainnya yang sering dikaitkan secara langsung pada performansi jaringan.

 

Nah, untuk interkoneksi komputer pada jaringan Internet kita mengenal adanya OSI layer. Sedikit menyegarkan pikiran, OSI layer terdiri dari 7 layer, yakni: Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, dan Application. Ketujuh layer ini mendeskripsikan dan membagi jaringan ke dalam komponen-komponen kecil yang dapat mudah dikelola dan dikembangkan. Begitu pula dengan EVDO (CDMA2000 1xEV), jaringan ini membagi utilitas menjadi 7 layer. Kita sebut saja protokol layer 1xEV. Berikut adalah penjelasan masing-masing protokol dari layer paling bawah:

 

Physical layer

Layer ini adalah layer paling bawah yang berhubungan langsung dengan hardware dan perangkat pengguna. Satu-satunya protokol pada layer ini adalah: Physical Layer Protocol. Tugas layer ini adalah menghantarkan data dari node ke node lain (bisa dari BTS ke Mobile Equipment, ataupun sebaliknya). Layer ini menyediakan struktur channel, frekuensi, daya keluaran, modulasi dan spesifikasi encoding. Secara konsep, layer ini mirip dengan layer Physical pada OSI layer.
MAC Layer

Hampir sama dengan layer data link pada OSI layer model. MAC Layer atau Medium Access Control Layer adalah layer yang mengatur  atau mendefinisikan prosedur yang digunakan untuk transmisi atau penerimaan data melalui layer fisik. Protokol yang ada di lapisan ini adalah: Control Channel MAC  Protocol; Forward Traffic Channel MAC Protocol; Access Channel MAC Protocol; Reverse Traffic Channel MAC Protocol.

 

Security Layer

Layer ini menyediakan dukungan keamanan berupa autentikasi dan sistem enkripsi. Protokol yang termasuk dalam layer ini adalah: Security Protocol; Key Exchange Protocol; Authentication Protocol; Encryption Protocol.

Connection Layer
Layer ini menyediakan layanan pembentukan hubungan air link dan maintenance. Protokol yang termasuk dalam layer ini adalah: Airlink Management Protocol; Initialization State Protocol; Idle State Protocol; Connected State Protocol; Packet Consolidation Protocol; Route Update Protocol; Overhead Message Protocol.

 

Session Layer

Layer ini menyediakan fungsi negosiasi, konfigurasi dan session state maintenance service. Secara garis besar layer ini memiliki fungsi yang hampis sama dengan layer Session pada model OSI layer. Protokol yang termasuk ke dalam kategori ini adalah: Session Management Protocol; Address Management Protocol; Session configuration Protocol.

 

Stream Layer

Layer ini menyediakan proses multiplexing pada aplikasi stream. Pada layer ini hanya terdapat satu protokol yakni: Stream Protocol.

 

Application Layer

Layer ini menyediakan sistem yang berfungsi untuk mengangkut informasi 1xEV (DEfault Signaling Application) dan juga informasi data user (Default Packet Applicaiton). Protokol yang termasuk dalam layer ini adalah: Default Signaling Application (SNP, SLP) , Default Packet Applicaiton (FCP, RLP, LUP)

Proyek baru? Another Satria’s Project

Sekarang lagi mengerjakan sesuatu, beberapa server di satu mesin mulai dari proxy, ftp, web, voip, mail. Dan mungkin saja untuk ke depannya saya akan import seluruh data dari blog ini ke alamat mesin baru (pribadi). Alamatnya di http://xathrya.arc.itb.ac.id/

 

Tenang, masi belum jadi kok :D

Heap sort, pengurutan yang sederhana

Salah satu kategori algoritma klasik dan paling dasar yand ada adalah tentang pengurutan data. Berbagai algoritma telah dikembangkan untuk keperluan ini, salah satunya adalah Heap sort. Artikel ini akan membahas tentang apa itu heap sort dan juga disertai dengan implementasi di dalam C++. Kalau misalnya teman-teman bingung dalam programming, teman-teman bisa mengunjungi kategori artikel belajar pemrograman yang saya tulis sebelumnya.

Oke, lanjut!

Heapsort adalah metode mengurutkan dengan memanfaatkan sifat yang dimiliki oleh struktur data heap. Heap sendiri adalah sebuah “binary search tree” dengan sifat parent memiliki nilai >= nilai yang ada di anaknya. Meski dikatakan ia adalah sebuah binary search tree, namun heap lebih diarahkan ke konsepsi / menganggap suatu array memiliki sifat heap.

Ambil suatu indeks dari array, misal i. Jika dianggap elemen di i sebagai node, ia akan disebut parent jika ia memiliki anak dengan indeks 2i+1 dan 2i+2. Contoh: indeks 0 akan memiliki anak di indeks 1 dan 2.

Heapsort dimulai dengan membentuk array memenuhi sifat heap untuk seluruh indeks. Setelah melakukan penataan, dipastikan elemen terbesar akan berada di root / node paling atas heap (indeks 0). Nah, selanjutnya adalah kita pindahkan elemen terbesar itu ke belakang barisan. Untuk node dari 0 hingga n-2, lakukan penataan lagi dan pemindahan elemen terbesar ke belakang. Hasilnya adalah elemen akan terurut secara ascending setelah proses ini.

Source code dalam C++ dapat teman-teman temukan di sini:

void siftDown(int arr[], int start, int end) {
/** start dan end berada dalam jangkauan array yang terdefinisi dengan start < end **/
/** Menata array dalam jangkauan sesuai kriteria sifat heap **/

/** deklarasi **/
int root=start;        // pencarian dimulai dari root
int child;            // menyimpan indeks anak yang diperiksa
int inswap;            // indeks untuk swap
int temp;

/** sift ketika root masih memiliki anak **/
/** indeks anak ada di 2*root+1 dan 2*root+2 **/
while(2*root+1 <= end) {
child     = 2*root+1;    // dapatkan data anak
inswap     = root;

/** Ambil elemen terbesar dan letakkan di root **/
if(arr[inswap] < arr[child])
inswap = child;

if(child+1 <= end)
if(arr[inswap] < arr[child+1])
inswap = child+1;

if(root!=inswap) {
// pertukarkan
temp         = arr[root];
arr[root]     = arr[inswap];
arr[inswap]    = temp;

// track down, buat agar struktur heap di bawah konsisten
root = inswap;
} else return;
}
}

//————————————————————————————

void heapify(int arr[], int n) {
/** n = jumlah elemen di array **/

    /** heapidy membentuk heap dengan bantuan siftdown. Hasil akhirnya adalah array yang tertata sesuai sifat heap **/

/** mulai heapify dari tengah dan terus naik hingga indeks 0 **/
int start=(n-2)/2;
for(int i=start; i>=0; i–)
siftDown(arr,i,n-1);
}

//————————————————————————————

void heapsort(int arr[], int n) {
/** n = jumlah elemen di array **/

/** lakukan heapify untuk menciptakan heap semu **/
heapify(arr,n);

/** tercipta heap, elemen terbesar ada di root (indeks 0)
*  lakukan iterasi untuk setiap langkah, pindahkan root ke akhir,
*  decrement indeks dan lakukan penataan ulang lagi
*/
int end=n-1;
int temp;
while(end>0) {
// pindahkan root ke akhir
temp     = arr[0];
arr[0]     = arr[end];
arr[end]= temp;

// majukan end
end -= 1;

// lakukan penataan ulang dengan siftDown
siftDown(arr,0,end);
}
}

Ada pertanyaan? :D

Physical Layer – OSI Layer Series

Physical Layer adalah salah satu layer dalam OSI Layer model. Layer ini termasuk ke dalam kategori lower layer serta layer yang berada di tingkat paling dasar (urutan pertama). Layer ini berada di bawah Data Link Layer.

Secara umum layer ini bertugas langsung menangani hardware, dan raw bit stream. Secara spesifik beberapa fungsi yang ditangani layer ini adalah:

  1. Mentransmisi arus bit melintasi media kabel
  2. Menetapkan tipe kabel, card, dan aspek fisik lainnya
  3. Menangani pemasangan NIC ke hardware dan bagaimana kabel dipasangkan ke NIC
  4. Menetapkan teknik mentransfer arus bit ke kabel.

Beberapa protokol yang menggunakan layer ini adalah:

  1. IEEE 802
  2. IEEE 802.2
  3. ISO 2110
  4. ISDN

Data Link Layer – OSI Layer Series

Data Link Layer adalah salah satu layer dalam OSI Layer model. Layer ini termasuk ke dalam kategori lower layer dan secara keseluruhan berada di urutan kedua model OSI. Layer ini berada di bawah Network Layer dan di atas Physical layer.

Secara umum layer ini mengonversikan data dalam bentuk data frame dan bit. Secara spesifik layer ini memiliki beberapa fungsi, yakni:

  1. Mengubah paket ke dalam bit 1 atau 0 (biner) pada mesin pengirim dan mengembalikan bit-bit ke dalam paket pada mesin penerima.
  2. Menangani frame data di antara Network layer dan Physical layer.
  3. Menerima paket data dari Physical Layer (ke dalam frame data) kemudian dihantarkan ke Network layer.
  4. Bertanggung jawab atas keutuhan frame yang ditransfer ke komputer lain dengan melintasi Physical layer.
  5. Menetapkan metode yang diperlukan untuk mentransmisikan dan menerima data dalam jaringan; bisa terdiri atas kabel, device yang digunakan untuk menghubungkan NIC ke kabel, signaling yang menghantarkan dan menerima data, serta kemampuan mendeteksi sinyal eror dalam media jaringan.

Beberapa protokol yang menggunakan layer ini adalah:

  1. Logical Link Control: koreksi eror dan flow control, mengelola link control dan menetapkan SAP-SAP
  2. 802.1 OSI Model
  3. 802.2 Logical Link Control
  4. Media Access Control: berkomunikasi dengna card adapter, mengontrol tipe media yang digunakan
  5. 802.3 CSMA/CD (Ethernet)
  6. 802.4 Token Bus (ARCnet)
  7. 802.5 Token Ring
  8. 802.12 Deman Priority
  9. IEEE 802
  10. IEEE 802.2
  11. ISO 2110
  12. ISDN

Network Layer – OSI Layer Series

Network Layer adalah salah satu layer dalam OSI Layer model. Layer ini termasuk ke dalam kategori lower layer. Layer ini berada di urutan ke 3 dan berada di bawah layer Transport serta di atas Data Link layer.

Secara umum layer ini berfungsi sebagai pengalamatan dan routing. Beberapa fungsi spesifik dari layer ini adalah:

  1. Menerjemahkan alamat / address logikal di jaringan beserta nama ke bentuk address fisik. Dengan kata lain menerjemahkan nama komputer menjadi MAC address.
  2. Bertanggun jawab untuk addressing, menetapkan rute pengiriman, penanganan permasalahan jaringan seperti: packet switching, data congestion, dan routing
  3. Jika router tidak dapat mengirimkan frame data dalam ukuran yang dikirim kode sumber, network layer menanganinya dengan memecah data ke dalam unit yang lebih kecil.
  4. Pada mesin penerima, network layer akan memadukan ulang data yang dipecah sebelumnya.

Beberapa protokol yang menggunakan layer ini adalah:

  1. IP
  2. ARP
  3. RARP
  4. ICMP
  5. RIP
  6. OSFP
  7. IGMP
  8. IPX
  9. NWLink
  10. NetBEUI
  11. OSI
  12. DDP
  13. DECnet

Transport Layer – OSI Layer Series

Transport Layer adalah salah satu layer dalam OSI Layer model. Layer ini berada di bawah Session Layer  dan di atas Network Layer. Layer ini termasuk ke dalam kelompok Lower Layer atau kelompok layer yang lebih dekat ke mesin.

Secara umum layer ini menangani paket, flow control dan penanganan error saat transmisi data. Beberapa fungsi spesifik yang dilakukan layer ini adalah:

  1. Koneksi tambahan yang berperan di bawah session-layer
  2. Mengelola flow control data / penanganan aliran data di antara bagian-bagian jaringan
  3. Membagi arus data menjadi potongan-potongan yang lebih kecil (disebut paket data) dan melakukan reassembly (penataan ulang) paket data jika menerima data. Analogi seperti gerbong-gerbong di dalam rangkaian kereta api.
  4. Melakukan pengecekan error guna menjamin penghantaran data yang bebas error, baik hilang maupun tergandakan.
  5. Memberikan kapabilitas “acknowledgement” atas transmisi yang sukses; meminta ulang jika beberapa paket mendarat dengan cacat.

Beberapa protokol yang menggunakan layer ini adalah:

  1. TCP
  2. ARP
  3. RARP
  4. SPX
  5. NWLink
  6. NetBIOS
  7. NetBEUI
  8. ATP

Session Layer – OSI Layer Series

Session Layer adalah salah satu layer dalam model OSI Layer. Layer ini adalah layer kelima atau layer yang berada di bawah presentation layer dan di atas transport layer. Session layer termasuk ke dalam upper layer yang berada di lingkungan aplikasi.

Secara umum layer ini berhubungan dengan sesi / koneksi yang sedang atau akan terjadi antara client dan server. Beberapa fungsi yang spesifik terkait layer ini adalah:

  1. Memulai, merawat, dan mengakhiri sesi komunikasi jaringan
  2. Bertanggung jawab dalam pengenalan nama / identifikasi sehingga hanya bagian tertentu yang dapat berpartisipasi dalam sesi.
  3. Memberikan layanan sinkronisasi dengan merancang checkpoint dalam arus data. Jika sesi rusak, data setelah checkpoint yang perlu ditransmisikan.
  4. Mengatur siapa yang dapat mentransmisikan data pada suatu waktu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.
  5. Melakukan connect dan re-connect jika terdapat pesan interupsi; identifikasi nama dan sesi, serta meregister nama dalam informasi history.

Beberapa protokol yang menggunakan layer ini adalah:

  1. NetBIOS
  2. Names Pipes
  3. Mail Slots
  4. RPC

Presentation layer – OSI Layer Series

Presentation Layer adalah salah satu layer dalam model OSI Layer. Layer ini adalah layer keenam atau layer yang berada di bawah application layer dan di atas Session Layer. Presentation layer termasuk ke dalam upper layer yang berada di lingkungan aplikasi.

Secara umum layer ini melakukan pengubahan data yang dibutuhkan antara aplikasi dan jaringan. Beberapa fungsi yang lebih spesifik terkait layer ini adalah:

  1. Mentranslasi informasi aplikasi ke format jaringan, begitu juga sebaliknya
  2. Format berbeda dari beragam sumber dibuat ke format umumd an seragam yang dapat dipahami oleh OSI model
  3. Bertanggung jawab atas konversi protokol, konversi karakter, enkripsi dan dekripsi data, perluasan perinbtah grafis, kompresi data
  4. Mengatur standar untuk sistem berbeda agar bisa berkomunikasi tanpa-kelim untuk multi stack protocol
  5. Tidak selalu diimplementasikan dalam protokol jaringan

Sejauh yang saya ketahui (4 Maret 2012) tidak ada protokol yang berjalan di layer ini. Protokol ini benar-benar konseptual.

Application Layer – OSI Layer series

Application Layer adalah salah satu layer dalam OSI Layer model. Layer ini termasuk ke dalam kategori upper layer atau layer yang berinteraksi dekat dengan pengguna. Secara urutan, layer ini adalah layer yang berada di urutan paling atas, di atas Presentation Layer.

Secara umum layer ini menangani user interface. Lebih spesifik, fungsi-fungsi yang ditangani layer ini adalah:

  1. Sebagai layer yang digunakan aplikasi, terutama yang dirancang untuk berjalan di atas jaringan.
  2. Membuka peluang akses ke layanan jaringan yang mendukung aplikasi
  3. Merepresentasikan layanan yang secara langsung mendukung applikasi user
  4. Menangani akses jaringan, pengontrolan alur, dan recovery error

Beberapa protokol yang menggunakan layer ini adalah:

  1. DNS (Domain Name Service)
  2. FTP (File Transfer protocol)
  3. TFTP (Trivial File Transfer Protocol)
  4. BOOTP (BOOTstrap Protocol)
  5. SNMP (Simple Network Management Protocol)
  6. RLOGIN
  7. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
  8. MIME
  9. NFS (Netfork File System)
  10. FINGER
  11. TELNET
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 38 other followers